Arsip

Archive for the ‘Motivasi dan Inspirasi’ Category

MOTIVASI DOSIS TINGGI

Kebanyakan orang-orang sukses bukanlah kerena bakat atau takdir yang mereka miliki, tapi karena mereka mampu memanfaatkan peluang yang mereka pegang.

Ada tiga tahap dalam keberhasilan hidup: 
  1. Belajar, 
  2. mencoba, 
  3. dan mengulanginya kembali.

Ketika seseorang merasakan kekuatan dalam dirinya untuk melakukan apapun sebaik mungkin, maka inilah kebahagiaan, inilah yang disebut keberhasilan.

Kebanyakan orang sukses adalah yang mampu menggunakan imajinasi pikirannya, menerawang kedepan, membuat gambaran-gambaran dengan semua rinciannya, menambal sulam semua kekurangan, mencoba melaksanakannya, dan terus mewujudkannya.

Perbedaan antara orang sukses dengan orang-orang biasa adalah bukan karena kurangnya tenaga, atau bukan juga karena kurangnya pengetahuan, tetapi lebih pada kurangnya kemauan.

Satu-satunya yang mampu membuat manusia berhasil dalam mencapai tujuan hidupnya adalah Jangan mengatakannya ! Tetapi Lakukanlah!

Takdir bukanlah masalah kesempatan. Takdir adalah masalah pilihan. Takdir bukan sesuatu yang harus ditunggu. Takdir adalah hal yang harus dicapai.

Kesuksesan adalah keberanian untuk mewujudkan impian-impian besar anda. Satu-satunya cara untuk menemukan batas kemampuan kita adalah dengan mencoba melampaui batasan dari hal yang mustahil.

Kegagalan tidak pernah disebut gagal sampai Anda menyerah.

Anda tidak akan pernah menyadari betapa kalimat jangan sekarang akan sangat cepat berubah menjadi tidak pernah sama sekali.

Semua keberhasilan dan kesuksesan di awali dari keputusan untuk mencoba.

Hanya orang-orang yang hebat yang mampu membuat anda merasa bisa menjadi hebat. Dan tahukah anda, hanya andalah yang mampu membuat anda merasa hebat.

Hanya orang-orang sukses yang tidak pernah merasa kalah, karena mereka selalu mencoba dan berusaha agar kegagalan sebelumnya tidak terulang kembali.

Hanya orang hebat yang terdorong dan berusaha sekuat tenaga untuk membuat orang berkata “Ya” saat mereka ingin berkata “Tidak”.

Risiko terbesar dalam hidup ini adalah tidak mengambil resiko sama sekali.

Transformasi Kuantum dari Force menuju Power

Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh….

Sahabat…
Manusia yang dibutakan oleh ambisi itu mempunyai ciri senantiasa bingung dengan membludaknya segala keinginan yang ada di hati dan pikiran. Ada 1001 keinginan yang meyumpal dan menyesaki dada serta kepalanya….. Inginnya semua keinginan itu harus segera terpenuhi semua….

Sahabat..
Hal-hal seperti di atas justru membuat orang tersebut makin jauh dari kesuksesan dan keberhasilan. Karena kekuatan dirinya tidak fokus dan menjadi terpecah-pecah ke segala arah. Bila anda mengalami hal itu, maka anda harus belajar memanajemeni keinginan anda. Pisahkan antara KEBUTUHAN & KEINGINAN, kemudian buat skala prioritasnya dulu. kemudian buat tangga kesuksesan sesuai dengan skala prioritas. Baru setelah itu semua anda laksanakan, maka Roda Nasib anda akan bergerak dan bergulir menuju titik tujuan.

Sebuah Contoh, ada siswa yang mempunyai dilema. Di satu sisi dia ingin segera kaya, namun di sisi yang lain dia ingin segera sakti.

1. Nah, ketika dia mempunyai keinginan yang menggebu-gebu, ini aja dalam tradisi NAQS dia sudah salah. Karena dia sulit untuk mengkondisikan dirinya dalam zona kuantum ikhlas. Dia terlalu banyak menggunakan Kekuatan Keinginan (FORCE), dan Bukan kekuatan Ilahi (POWER). Padahal semakin kita tenang, semakin kita ikhlas, maka segala niatan kita akan selaras dengan Tuhan. Dan POWER ILAHI akan selalu bersama kita dalam meraih tujuan yg kita harapkan.

2. Siswa ini mempunyai dua keinginan yg sama kuat. Maka sebaiknya harus diputuskan, mau jadi sakti dulu atau mau jadi kaya dulu. Kalau mau jadi sakti dulu, maka fokuskan diri pada latihan-latihan untuk mengasah intuisi & kompetensi spiritual dulu. Dan abaikan segala penderitaan dan kekurangan ekonomi dulu, sabar dg apa yg ada dulu, sampai apa yg diharapkan sudah sesuai target. Baru kemudian berfokus pada usaha-usaha untuk memperderas rejeki. Demikian juga sebaliknya.

Namun bila ingin meraih jalan tengah atau keseimbangan juga bisa, akan tetapi percepatan yg terjadi juga bersifat moderat. Dan kondisi seperti itu harus ikhlas di terima, bukan malah semakin bingung dan panik….

So..
Jadilah Jelas & Ikhlas….SALAM SUKSES….
http://www.naqsdna.com | http://www.keajaibanhati.com

Nb. Jadwal workshop terdekat : Surabaya, 26 & 27 Mei 2012
Pendaftaran via sms ke 081 231 649 477

Siapa mengenal dirinya ia akan mengenal Tuhannya.
Muhammad SAW
Transformasi Proses Pengembangan Diri: Power vs Force

Saat ini umat manusia sedang memasuki masa transisi global besar yang menuntut pemberdayaan potensi kemanusiaan yang lebih besar lagi. Kita memerlukan sebuah metode penggalian potensi diri yang lebih progresif revolusioner yang lebih mampu menghadapi tantangan zaman ini. Untuk itu kita perlu berani mengakses berbagai potensi kemungkinan terjadinya lompatan kuantum dalam bidang pengembangan diri.

Banyak temuan baru dibidang genetika perilaku dan neurobilologi, seperti diungkap oleh Dean Hamer dalam bukunya “Gen Tuhan” menunjukkan bahwa setiap manusia sudah diwarisi dalam dirinya kecenderungan yang membuat otaknya haus sekaligus siap menerima tuntunan “kekuatan yang lebih tinggi”. Kekuatan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Karena itu sudah saatnya kita menggeser fokus pengembangan diri dari proses yang berbasis pikiran dan kinerja otak menuju proses yang lebih berbasiskan perasaan dan kinerja jantung. Sebuah proses pengembangan diri yang menggabungkan kekuatan sains dan motivasi ketuhanan (spiritual). Karena kita sudah melihat bagaimana proses pengembangan diri yang melambungkan ego manusia dan telah berhasil menciptakan berbagai kenyaman hidup, hanya berhasil sedikit dalam memberi sumbangsih untuk kebahagiaan hidup. Kita sering melihat semakin sukses seseorang semakin jauh rasanya dia dengan kebahagiaan yang dia cari, bagai menggali sumur tanpa dasar untuk menyegarkan dahaganya yang tak terpuaskan. Sejengkal kesuksesan yang berhasil diraih manusia harus dibayar oleh semakin lebarnya jurang permusuhan dan penderitaan yang menganga diantara sesama.

Kita memerlukan perubahan bukan saja paradigma, melainkan trasnformasi kuantum. Kita memerlukan proses pengembangan diri yang mampu menghasilkan manusia digital secara nyata. Yang bisa merubah manusia sampai ke tingkat sel DNA nya. Suatu proses yang mampu menggabungkan kekuatan IQ-EQ-SQ secara cerdas, imiah dan efektif. In real and proven actions! With real and tangible results!

Proses pergeseran paradigma atau transformasi kuantum di bidang pengembangan potensi diri seperti itu lah yang akan kita ekplorasi dalam buku ini:

Transformasi Kuantum di bidang Pengembangan Diri

Suatu proses yang akan menuntun kita berangsur meninggalkan masa dominasi Positive Thinking untuk memasuki era kolaborasi Positive Feeling. Dan menyempurnakan proses pencapaian sukses individu maupun korporat dari metode Goal Setting yang terasa berat di kepala menuju era Goal Praying yang lebih mengena di hati.

Dimana jika proses positive thinking dan goal setting biasanya hanya bertumpu mengandalkan kekuatan diri sendiri yang berupa Force untuk meraih future sukses di masa depan. Proses Positive Feeling dan Goal Praying justru secara komprehensif dan integratif mengandalkan kekuatan diri sendiri dan Tuhan yang berupa Power untuk menciptakan sukses kehidupan saat ini juga. NOW!

Transformasi Kuantum dari Force menuju Power

Teknologi Quantum Ikhlas®
Untuk mencapai hasil itu kita memerlukan bantuan teknologi (how-to) diberi nama Quantum Ikhlas®. Teknologi kuantum adalah aplikasi praktis ilmu pengetahuan kuantum untuk memudahkan urusan manusia di tingkat kuantum. Ikhlas adalah kompetensi (skill) penyerahan diri total kepada Tuhan untuk meraih puncak sukses dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Teknologi Quantum Ikhlas® secara kuantitatif dan kualitatif mengukur, melatih, dan meningkatkan tingkat keikhlasan dari dasar hati. Untuk mencapai zona ikhlas dan mengakses kekuatan dahsyat Hati  Nurani menuju kejayaan yang seimbang.

Quantum Ikhlas® adalah sebuah metode sukses paripurna yang dengan sejuk memadukan kekuatan budaya timur dan barat. Kekuatan ilmu pengetahuan terkini seperti neuroscience, quantum physics, evolutionary biology, chaos theory, brain science dan science of the mind, dengan tuntunan bijak falsafah hidup dan keagamaan. Yang membuat proses pencapaian kesuksesan menjadi lebih sederhana sekaligus
menenteramkan.

Quantum Ikhlas® melahirkan aplikasi teknologi pengembangan diri DigitalPrayer® untuk penerapan:

1. Brainwave Management® yang membantu seseorang memiliki gelombang otak khusyuk, fokus, kreatif, enersi positif dan intuitif secara cepat. Yang menjadi syarat mutlak untuk semua hipnoterapi, meditasi dan akses otomatis menuju kekuatan bawah sadar. Yang akan menjadi pokok bahasan buku ini.

2. Heartwave Management® untuk membongkar akar terdalam dari nafsu yang tak terpuaskan, keinginan untuk menang sendiri serta ketakutan dan kepalsuan hati. Yang, insya Allah akan dibahas dalam buku seri Teknolog Quantum Ikhlas® selanjutnya.

Aplikasi audio brainwave DigitalPrayer® yang dikemas dalam bentuk compact disc dirancang khusus untuk bisa “mengatur” gelombang otak seseorang ke kondisi otak yang lebih ikhlas. Jika digunakan dengan tepat, teknologi ini akan mempercepat peningkatan kesadaran dan membuat proses pengembangan diri serta perjalanan spiritual seseorang menjadi lebih mudah dan rasional.

Penerapan teknologi praktis ini akan membawa Anda pada kejayaan manusia seperti: Kesuksesan karir, bisnis, dan keuangan. Kesehatan tubuh. Keharmonisan kehidupan rumah tangga, ketenangan pikiran, ketenteraman jiwa, kekhusyukan beribadah dan perolehan bimbingan Sang Pencipta dalam meraih keseimbangan lahir dan batin.

Aplikasi teknologi ini juga akan membuat kita semakin paham bahwa seringkali apa yang kita sebut keajaiban (baca: kemudahan dari Tuhan) hanyalah sesuatu yang belum kita pahami karena keterbatasan pikiran tentang hal yang bersifat non-materi. Karena untuk memahami kemudahan hidup kita tidak saja butuh rasio pikiran yang cenderung rumit melainkan juga hati yang memiliki logika tersendiri yang lembut.

Dengan cara itu barulah otak kita bisa menerima dan memahami. Perasaan kita juga akan semakin mantap dan tahu betul mengapa kita harus mendirikan shalat atau beribadah dan berdoa memohon bantuan Tuhan. Mengapa kita harus melakukannya dengan khusyuk, dan mengukur sejauh mana kita khusyuk. Juga mengapa agama selalu menuntun kita agar menjadi orang yang ikhlas, rela, sabar, dan bersyukur untuk
meraih cita-cita tertinggi di dunia dan akhirat.

Dan yang terpenting, semua itu tidak hanya untuk kita pahami sebatas pengetahuan saja melainkan untuk kita nikmati sebagai sebuah realitas hidup seharihari secara nyata.

Selamat memanfaatkan teknologi Quantum Ikhlas® dan alamilah kembali fitrah kesempurnaan Anda!

QUANTUM IKHLAS
Tekhnologi Aktivasi Kekuatan Hati
The Power Of
Positive Feeling

Buku spiritual science motivation karya Erbe Sentanu ( member of Global Spiritual Computing Research Group ) ini menukik jauh melampaui kekuatan berpikir positif, untuk mengakses daya terbesar manusia yaitu kekuatan Perasaan Positif dari dasar hati yang Ikhlas.

Aplikasi Spiritual Technology yang memanfaatkan ilmu Fisika Kuantum, The Law of Attraction, dan nilai – nilai Luhur Ketuhanan untuk meraih sukses lahir – batin di era millennium.

  • Meng – upgrade Otak secara Cepat dan Progresif.
  • Mengakses Alam Bawah Sadar dengan Otomatis!
  • Menanam kode sukses di DNA dengan Software – Doa

Buku revosulioner yang sarat dengan teknologi transformasi diri mutakhir yang siap melontarkan Kamu ke puncak keagungan manusia paripurna. Bacalah buku ini dan hidup kamu akan berubah.

Buku ini mengajarkan cara Mencari Kebahagiaan Yang Hakiki, Penulis telah selama hampir 20th mengembara dalam diri untuk mencoba menemukan arti “kesempurnaan” dalam hidup ini. Tapi itu pun tak cukup bisa menggambarkan pergumulan panjangnya. Namun setidaknya buku ini akan membukakan mata hati kamu, menyadarkan kan kamu, membangkitkan ke – ngeh – an kamu terhadap adanya satu kekuatan dahsyat di dalam diri yang selama ini telah kamu abaikan.

Dalam buku ini dijelaskan bahwa :
Sebenarnya dalam semua hiruk pikuk kegiatan manusia di dunia ini ada satu hal satu hal yang dicari oleh manusia. Jika kita dapatkan hal itu maka kita seperti mendapatkan seluruh isi dunia, tetapi bila tidak memilikinya – meskipun kita memiliki “segalanya” – kita seperti tidak memiliki apa – apa. ( dalam artian bahwa materi bukan segalanya dan cinta pun bukan segalanya bahwa kebahagiaan bukan di dapat dari cinta ataupun materi, dua hal itu hanya lah pendukung hidup kita bukan sebagai prioritas utama ).

Kebahagian adalah yang sebenarnya kita cari, kebahagian hakiki sejati yang tak tergoyahkan. Bukan sekedar kesenangan dan kenyamanan – kenyamanan hidup semata.

Cara mendapatkan kebahagian yang hakiki itu yang terpenting adalah Ikhlas dan bagaimana cara mengenali rasa – nya dan cara – cara ( how to ) mencapainya. Karena sebagian orang sering menafsirkan Ikhlas secara salah. Komponen Ikhalas yang terdiri dari sikap syukur, sabar, focus, tenang, dan bahagia justru dianggap sikap yang lemah. Sikap itu di khawatirkan akan membuat mereka kurang dihargai orang, kurang tercukupi secara materi atau tidak tercapainya tujuan hidup karena tidak adanya ambisi. Padahal yang terjadi justru sebaliknya. Dalam kondisi Ikhlas, manusia justru akan menjadi sangat kuat, cerdas, dan bijaksana. Kita bisa berpikir lebih jernih, mampu menjalani hidup dengan lebih efektif dan produktif untuk mencapai tujuan. Bahkan hubungan kita dengan siapapun akan terjalin lebih menyenangkan.

Mencari dan mendapatkan ke ikhlasan dihati secara nyata dalam praktek memang sangat sulit dibandingkan hanya berteori tetapi buku ini bukan mengajari kita tapi akan menuntun kita melakukan bagaimana cara mengamalkannya secara praktis. Kita tidak perlu mempercayai buku ini untuk memperoleh ke Ikhlasan, seperti kamu tidak perlu percaya pada teknologi handphone ketika kamu mengirim sms ; cukup lakukan prosedurnya dengan benar dan klik send.

Bayangkan bagaimana rasanya jika kamu bisa 100% meyakini tuntunan Ikhlas bukan karena terpaksa harus meyakininya, tetapi karena hasil dari proses keikhlasan hidup yang mewujud nyata dalam keseharian kamu. Dimana kamu yakin bahwa ketika kamu sudah berikhlas dengan “prosedur” yang benar maka kamu semakin dekat dengan Tuhan sehingga niat – niat kamu pun menjadi jauh lebih mudah untuk diraih. Dan jika kamu masih belum mendapatkan yang kamu inginkan berarti kamu hanya perlu menyempurnakan lagi prosedur keikhlasan didalam pikiran dan hati kamu.

Buku ini akan menuntun kamu memahami dan menemukan Transformasi Pengembangan Diri ( Power vs Force ). Bahwa manusia saat ini sedang memasuki masa transisi global besar yang menuntut pemberdayaan potensi kemanusiaan yang lebih besar lagi. Banyak temuan baru di bidang genetika perilaku dan neurobiology. Dean Hamer dalam bukunya Gen Tuhan, misalnya menunjukan bahwa setiap manusia sudah diwarisi dalam dirinya kecenderungan yang membuat otaknya haus sekaligus siap menerima tuntunan “kekuatan yang lebih tinggi”.

Quantum ikhlas melahirkan aplikasi tekhnologi pengembangan diri Digital Prayer untuk penerapan Brainwave Management dan Heartwave Management. Buku ini dilengkapi dengan compact dics ( CD ) yang dirancang khusus untuk bisa “ mengatur “ gelombang otak seseorang ke kondisi otak Ikhlas. Jika digunakan dengan cepat, teknologi ini akan mempercepat peningkatan kesadaran dan membuat proses pengembangan diri serta perjalanan spiritual seseorang menjadi lebih mudah dan rasional yang membawa kamu pada kesuksesan karier, bisnis, keuangan, kesehatan tubuh, keharmonisan kehidupan keluarga dan cinta, ketenangan pikiran, ketentraman jiwa, kekhusyukan beribadah dan perolehan bimbingan Sang Pencipta.

Aplikasi teknologi ini juga akan membuat kita semakin paham bahwa sering kali apa yang kita sebut keajaiban hanyalah sesuatu yang belum kita pahami akibat keterbatasan pikiran tentang hal yang bersifat non – materi. Sebab, keajaiban hidup tidak dapat dipahami hanya lewat rasio pikiran yang cenderung rumit, melainkan harus melalui hati dan kelembutan logikanya tersendiri.

Dan yang paling terpenting dari semua ini adalah bagaimana semua itu tidak saja bisa kita pahami sebatas pengetahuan melainkan untuk kita nikmati sebagai sebuah realitas hidup sehari – hari yang nyata.

Salam ikhlas dari Erbe Sentanu
Taman Surgawi, 12 Desember 2006

Sekilas Dari Buku Quantum Ikhlas..
Dulu ada seorang guru yang selalu menyelenggarakan kuliahnya di bawah sebuah pohon yang tinggi dan besar menjulang ke langit. Dan pada suatu hari anak didiknya bertanya dari manakah langit, bumi, dan seluruh isinya berasal. Kemudian sang guru memintanya mengambil satu buah yang sudah kering dan banyak berserakan di bawah pohon besar itu, memintanya untuk membelahnya dan melihat isinya. Ketika anak menemukan sebuah biji kering di dalamnya, sang guru pun memintanya untuk terus membelahnya hingga ia akhirnya menemukan bahwa biji itu ternyata kosong, hampa, tak berisi apa – apa.

Dan akhirnya anak itu pun memahami bahwa :
Semua yang tampak berasal dari sesuatu yang tidak tampak. Semua yang bisa di lihat berasl dari sesuatu yang tidak bisa dilihat.

Dialah yang membuat yang tidak tampak menjadi tampaknya nyata, dan meskipun nyata ada, Dia pulalah yang membuatnya menjadi tidak tampak. ( Jalaluddin Rumi )

Kesuksesan hidup yang ingin kita raih dan sering digambarkan dalam bentuk materi dan status social yang tinggi adalah sesuatu “ yang terlihat “. Lalu dari manakah semua itu berasal? Apakah bentuk yang “ tak terlihat “ dari wujud kesuksesan itu? Benarkah hanya ada satu cara “ kerja keras “ untuk mewujudkannya? Untuk menjawabnya kita perlu keluar dari comfort – zone pola pikir sukses kita untuk sejenak memasuki wilayah quantum – zone yang akan merevolusi cara pandang kita tentang arti dan cara kita meraih sukses dan kebahagian hidup.

Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biar pun sebesar atom di bumi ataupun di langit. ( QS. Yunus : 61)

Kekuatan kuantum adalah kekuatan alam yang belum banyak dimanfaatkan secara tepat oleh kebanyakan orang. Padahal realitas kuantumlah yang harus kita ubah dulu sebelum realitas fisiknya bisa kita lihat dan nikmati. Dalam tuntunan agama menjanjikan berbagai kemudahan atau kesuksesan akan datang jika dalam ikhtiarnya manusia selalu berhasil bersyukur atas semua yang Ia berikan pada kita entah itu baik atau buruk ( cobaan ), berhasil menikamati proses dan menyerahkan seluruh urusan dan kepentingan hanya kepada Tuhan. Inilah kompetensi Ikhlas yang sesungguhnya.

Ikhlas sebagai skill atau ketrampilan, yang bercirikan silent operation dari pikiran yang “ tak Nampak “ namun sangat powerful itu. Ikhlas yang bukan hanya di ucapkan di bibir atau di pikirkan di kepala, melainkan ketrampilan untuk menciptakan “ peristiwa keikhlasan “ di dasar hati terdalam.

Sebelum kamu tergesa melakukan sesuatu untuk merubah nasib menuju lebih baik, ada baiknya untuk sejenak bertafakur merenungkan apa sebenarnya unsur quanta dari kondisi nasib yang ingin kamu ubah itu.

Nasib seseorang mencerminkan karakternya. Sementara karakter orang itu berasal dari semua kebiasaan dan tindakannya. Dan tindakannya berasal dari pikirannya yang bermuara dari perasaannya. Nasib, karakter, kebiasaan, dan tindakan adalah sesuatu “ yang tampak “. Sedangkan pikiran dan perasaan adalah energi kuantum “ yang tak tampak “.

Jadi, kuantum ini adalah perasaan dan pikiran yang berjalan secara berdampingan dan saling mendukung. Kamu bisa “ mengatur “ perasaan kamu untuk merubah nasib. Bukan perasaan kamu yang mengatur pikiranmu. Tapi sebaliknya…….karena begitu kita bisa mengikhlasankan sesuatu, maka kita telah menyerahkan hal itu kepada Yang Mahakuasa sehingga kecerdasan Tuhanlah yang bekerja pada diri kita dengan mekanisme yang sulit di pahami oleh pikiran manusia. Kita tinggal percaya saja pada Tuhan bahwa Ia selalu memberi apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan karena untuk memenuhi ego kita sendiri….Tuhan selalu tahu apa – apa yang terbaik untuk kita.

Kebanyakan orang sering bertanya apa hubungan antara taat beribadah dengan tingkat kebahagiaan dan kesuksesan kita. Banyak orang merasa, meskipun sudah berusaha untuk menjadi orang baik dan taat beribadah dan berdoa, kesuksesan dan kebahagian selalu menjauh dari mereka. Sementara itu, kita pun di ingatkan bahwa banyak ibadah kita sia – sia dan hanya memberikan rasa lelah, lapar, dan haus semata. Itu semua terjadi karena mereka lupa mengajak hati untuk melakukan semua itu. Mereka hanya terfokus pada pikiran mereka saja untuk beribadah dan berdoa sedangkan hati dan perasaan mereka off kan.

Bahagia adalah fitrah sempurna yang seharusnya dimiliki oleh semua orang karena pada hakekatnya manusia telah diberi fitrahnya masing – masing. Dan karena keegoisan kita sendiri sehingga fitrah itu pun sedikit demi sedikit menghilang dari kita. Manusia akan kehilangan kesempurnaan jika tak bisa menjaga fitrahnya.

Istilah fitrah, menurut Islam adalah bawaan alami, yang melekat pada manusia tanpa perlu diperoleh melalui usaha. Fitrah adalah eksistensi yang ada dalam kalbu dan nurani kita untuk mendapat hakikat kesempurnaan.

Kalau kita ingin melihat seperti apa sebetulnya kondisi fitrah manusia, kita bisa mengamati kehidupan anak balita. Anak – anak seusia itu akan selalu merasa bahagia, senang, tanpa beban dan total dalam melakukan sesuatu. Saat bermain ia akan total bermain, saat menangis ai akan seratus persen menangis dan saat dia tertawa ai akan tertawa dengan lepas. Anak – anak selalu terfokus pada apa yang sedang mereka alami saat ini.

Inilah yang seharusnya manusia pertahankan dalam hidupnya sehingga ia bisa tetap pada fitrahnya. Sayangnya, lingkungan hidup telah membuat mereka melenceng jauh dari fitrahnya. Seiring anak tumbuh dewasa, semua fitrah atau kesempurnaan yang dimiliki sejak lahirpun semakin pudar. Lingkungan telah membutakan mata hati mereka karena ego yang muncul dalam diri mereka.

Untuk itu berusahalah menjadi orang yang easy going agar dapat menemukan kembali fitrah kita. Yang selalu berbahagia, yang selalu terfokus pada apa yang tengah kita tuju, yang selalu ikhlas dan berprasangka baik terhadap yang lain dan yang selalu bersyukur pada apa yang kita dapatkan.

Manusia adalah magnet, dan setiap detil peristiwa yang di alaminya datang atas daya – tarik ( undangan ) kita sendiri. < Elisabeth Towne >

Kamu harus mengerti hukum tarik menarik ini untuk bijak memahami apa sebenarnya yang mungkin terjadi pada doa – doa kamu dan kehidupan disekitar kamu. Tanpa pemahaman hukum tarik menarik ini, apa yang terjadi dengan kehidupan menjadi sulit dimengerti, misterius dan berpotensi menimbulkan rasa putus asa.

Hukum Tarik Menarik ini menyatakan : “ sesuatu akan menarik pada dirinya segala hal yang satu sifat dengannya “. Ini menjelaskan kenapa seseorang senang berkumpul dengan mereka yang satu hoby atau kenapa kita jatuh cinta pada seseorang yang cocok dengan kita. Dan ketika kamu memulai hari dengan perasaan tidak enak maka hari itu seperti dipenuhi oleh kejadian – kejadian buruk.

Ini juga yang menjelaskan mengapa orang yang selalu merasa sial ( sering mengumpat ) justru sering mengalami kesialan, sementara orang yang selalu merasa beruntung dan menikmatinya ( bersyukur ) akan sering mengalami keberuntungan. Jadi mulailah mensyukuri atas semua proses yang sedang terjadi dan selalu positive feeling dalam melakukan apa pun. Karena kamu akan selalu mendapatkan apa yang kamu pikirkan meskipun kamu tidak menginginkannya. Maka biasakan diri kamu dengan hukum tarik menarik ini agar kamu bisa segera menggunakannya dengan sengaja untuk menarik apa yang kamu inginkan. Hindarilah untuk mengeluh karena ketika mengeluh kamu akan melapaskan getaran negative ke alam semesta yang akan menarik hal hal negative ke hidup kamu.

Mengapa orang kaya makin kaya dan orang miskin makin miskin….. orang kaya makin kaya sebab dalam pikiran mereka selalu dipenuhi oleh kekayaan yang mereka miliki. Terlebih lagi jika orang kaya itu ahli bersyukur maka secara hukum tarik menarik ia akan langgeng dengan kekayaannya. Sedangkan orang miskin makin miskin sebab dipikirannya dipenuhi oleh semua hal yang tidak dimilikinya. Dengan kata lain perasaan tidak punya memenuhi hati mereka. Terlebih lagi orang itu ahli complain yang selalu mengeluh terhadap apa yang tidak dimilikinya. Secara hukum tarik menarik ia memang akan langgeng dalam kemiskinannya.

Tuhan akan selalu mengabulkan doa setiap orang. Dan Ia mengabulkan doa yang ada di HATI manusia, bukan yang terucap dimulut. Jadi, saat berdoa, jika ada konflik antara apa yang terucap dimulut dengan yang terasa di hati maka yang ada dihatilah yang terwujud.

Kebanyakan orang menyelingi kegiatannya dengan berbagai keluhan, tanpa menyadari bahwa yang mereka lakukan adalah sedang focus pada apa yang mereka keluhkan. Oleh karena sifat energy kuantum semesta memiliki “ respon persetujuan otomatis “, seperti jika kamu melemparkan sebuah gelas ke atas secara otomatis gelas itu akan tetap terjatuh dan pecah tanpa perlu bertanya padamu, maka yang akan terjadi adalah orang itu akan mendapat apa yang mereka fokuskan yaitu yang mereka keluhkan. Inilah rahasia alam yang sering terabaikan, kamu akan mendapatkan apa yang kamu fokuskan bukan yang kamu inginkan.

  • Semua yang terjadi di luar adalah serupa dengan yang terjadi di dalam diri manusia yaitu pikiran dan perasaan. ( Charles Brodie Patterson, 1899 )
  • Hati memiliki logika yang tidak mampu dipahami oleh akal pikiran. ( Blaise Pascal )
  • Untuk berubah diperlukan pergesarn gelombang otak dari perjuangan pikiran sadar menjadi tuntunan bawah sadar. Pikiran yang terlalu keraslah yang membuat seseorang terus terjebak dalam masalah yang mereka ingin mereka selesaikan. ( Paul T Scheele, M.A., Founder, Learning Strategies Inc. ) 
  • Hati orang yang telah mencapai hakikat kebenaran adalah penuh dengan ketenangan dan terhindar dari segala resah gelisah. Ia tidak dapat dipengaruhi oleh kesenangan atau kesedihan. Ia menemukan kebahagiaan dalam jiwanya bersama pikirannya tenggelam dalam hakikat kebenaran karena mengingat akan mencapai kekekalan Tuhan dan nirwana. Ia adalah orang yang telah dibersihkan jiwanya dari segala ketidak sempurnaan, ia telah dapat menghancurkan segala rasa ragu, ia telah dapat mengontrol jiwa dan akan mengalami ketentraman selamanya. ( Kitab Bhagavad Gita )

Dari waktu ke waktu mungkin kamu akan mengalami kebingungan dalam hidup. Itu adalah sesuatu yang normal dan alamiah. Tidak ada yang salah dengan kondisi bingung itu, kamu justru harus lebih mampu menikmati dan mensyukuri kondisi bingung itu. Kebingungan adalah sebuah ruang transisi sebelum kamu mendapatkan pemahaman baru.

Doa adalah senjata ( alat kerja ) orang beriman. < Muhammad SAW >
Kebahagiaan adalah sesuatu yang dapat mengantarkan kepada kesuksesan < surga >. ( Ali Bin Abu Thalib )

Sekarang kita coba ubah pandangan kita tentang arti sukses. Sukses bukanlah sebuah pencapaian, melainkan hasil dari rasa hati yang bahagia. Proses yang kita jalani untuk menuju kepada tujuan yang bermakna bagi kita. Tak perlu melihat hasil akhirnya. Karena jika perasaan kamu selalu bahagia, menurut Imam Ali, hasilnya pasti kesuksesan.

Hidup kita merupakan kesuksesan juga. Karena kita lahir menjadi manusia ini berkat perjuangan kita saat menjadi sel sperma dalam persaingan melawan 249.999.999 sel sperma lain yang sama – sama ingin membuahi satu sel telur.

Dengan memandang sukses seperti itu, kita akan selalu apresiatif dalam setiap tindakan kita dan akan selalu bersyukur dengan apa yang telah kita dapatkan. Dengan begitu kita akan bahagia setiap saat, lantaran kita sudah tahu apa yang kita inginkan.

Yang terpenting kita lakukan adalah menyadari apakah kita sedang berjalan di atas proses tersebut.

Jadi agar kamu sukses merasakan kesuksesan, kamu harus perhatikan tiga syarat doa berikut ini :

  1. Direction : Meminta dengan niat yang jelas dan bijak
  2. Obedience : Meyakinkan hati bahwa doa terkabul
  3. Acceptance : Menerima perasaan terkabulnya doa

Be creative, be smart and have fun
Ukuran sukses sejati terletak pada kemampuan kamu merasakan pikiran bahagia
Manusia dibimbing oleh kekuatan yang lebih tinggi yang lebih berupa PERASAAN ketimbang pikiran. Dan, ketika kamu memahami kekuatan perasaan itu, kamu tahu pasti bahwa kekuatan itu datang dari Tuhan.

Dalam buku Pusaran Energi Ka’bah karya Agus Mustofa :
….kuncinya adalah Hati. Hati lebih berfungsi untuk merasakan dan memahami. Sedangkan pikiran ( otak ) lebih berfungsi untuk berpikir, mengingat, menganalisis. Pikiran ( otak ) ada di dalam kepala sedangkan hati ada didalam dada…….

….Dengan pemahaman ini, berarti kita harus mempasifkan pikiran kita yang ada di kepala, dan kemudian mengaktifkan hati yang ada di dalam dada. Hati digunakan untuk memahami. Artinya, meskipun tidak bisa melihat dia tetap bisa memahami sesuatu dengan hatinya…..

….Pemahaman yang ditangkap hati lebih substansial dibandingkan pancaindra. Memang kebanyakan manusia memahami sekitarnya lewat pancaindra, tetapi kita tahu, orang yang melihat belum tentu memahami apa yang dia lihat. Orang yang mendengar belum tentu memahami apa yang dia dengar. Demikian pula orang yang meraba belum tentu bisa memahami apa yang dia raba. Tetapi kejadiannya bisa sebaliknya, bahwa seseorang bisa memahami persoalan tertentu tanpa harus melihat atau mendengar atau meraba….

Oleh karena itu, ada baiknya sebelum kamu mengejar keinginan atau cita – cita kamu, cobalah cek lebih dulu apa tujuan hidup kamu sesungguhnya. Jika tidak, kamu akan terus memproduksi pikiran positif, berusaha keras tanpa kenal lelah untuk mewujudkan cita – cita itu, tapi kamu lupa dengan kondisi hatimu sendiri. Maka semua akan sia – sia.

Melalui perasaan, kamu mengundang apa yang kamu pikirkan. Oleh karena perasaan kamu adalah “ bahan baku inti “ dari pikiran kamu. Manfaatkanlah kenyataan ilmiah ini.

Hidup atau berpikir dengan sengaja bukan saja sengaja memilih pikiran positif untuk kamu fokuskan. Kalau hanya itu yang kamu lakukan maka lama kelamaan pikiran kita menjadi berat. Berpikir dengan sengaja adalah memilih pikiran positif sambil memeriksa perasaan kamu. Meski kamu telah merasa pada pikiran yang benar tapi perasaan hati kamu masih “tidak enak” artinya kamu masih jauh dari yang kamu ingin kan. Dan jika perasaan kamu sudah terasa enak otomatis pikiran kamu pun akan mengikutinya dengan baik maka itu bararti kamu semakin dekat dengan yang kamu inginkan.

Jadi sekarang saatnya untuk mengubah paradigm ‘orde lama’ positive thinking yang menyebutkan “kamu akan mendapatkan apa yang paling sering kamu pikirkan” dengan paradigm ‘orde reformasi’ positive feeling : “kamu akan mendapatkan apa yang paling sering kamu rasakan ( sewaktu kamu memikirkannya )”.

Jika kapasitas pikiran bawah sadar lebih besar dari pikiran sadar, bisa dibilang, kunci sukses hidup kita adalah ketika kita tak lagi hanya mengandalkan pikiran ( sadar ) dalam menjalani kehidupan, melainkan juga menggunakan perasaan hati ( bawah sadar ). Kalau pikiran sadar berhubungan dengan kinerja otak, berhubungan dengan kinerja apakah perasaan bawah sadar itu?

pada zaman dahulu, para pakar Sumerian Assyrian menganggap manusia berpikir dan berperasaan dengan menggunakan organ hati. Namun hal ini dibantah oleh Aris Toteles yang beranggapan bahwa untuk berpikir dan berperasaan adalah jantung.

Oleh karena kerancuan pemahaman tentang hati dan jantung ini maka hingga sekarang orang menganggap hati sebagai kualitas subjektif. Saat orang mengatakan “hatiku hancur”, itu artinya perasaan atau emosinyalah yang hancur atau sedih.

Padahal sebetulnya hati itu objektif, berupa benda. Jika ada seseorang memikirkan ditinggalkan orang yang dia sayang maka hatinya akan sedih. Pertanyaannya betulkah hati yang merasakan itu ( sedih )? Betulkah hati yang berhubungan dengan otak? Jawabnya : “tidak”. Jantunglah yang merasakan apa yang otak pikirkan. Ketika kita bertemu orang yang kita kagumi maka jantung pula lah yang berdebar bukan hati yang berdebar. Ketika pikiran kamu kacau atau stress maka pola irama jantung kamu menjadi tidak normal dan bisa berakibat negative pada kesehatan fisik kamu. karna sebetulnya hati itu Cuma benda mati atau hanya organ dalam tubuh.

Para ahli menyebutkan jantung mempunyai sistem komunikasi yang jauh dan luas dengan otak disbanding organ tubuh lain. Jadi sebenarnya otak dan jantunglah yang berkomunikasi lebih intens bukan hati.

Ilmu pengetahuan berhasil membuktikan bahwa kualitas elektromagnetik jantung 5.000 kali lebih kuat dari pada otak. Dengan kata lain kalau positive thinking memakai tenaga 1 watt maka positive feeling memakai tenaga 5.000 watt. Karena itulah positive feeling lebih powerful dibanding positive thinking.

Jantung kata para ilmuwan, juga mempunyai “otak” sendiri yang bisa membuat ia bekerja secara otomatis tanpa perlu menunggu perintah dari otak kepala kita.

Dengan berbagai kenyataan seperti ini, mulai sekarang tak ada salahnya kalau kita “berpikir” dengan jantung. Biarkan dia yang berpikir, menghayati dan merasakan. Oleh karena dengan demikian, pencapaian keinginan kita niscaya akan lebih powerful.

Jadi sekarang kalau kamu menemukan kata “hati” itu berarti kita maksud adalah “jantung”.

Semua keinginan adalah bentuk keputusan sementara dikepala, sementara itu perasaan adalah merupakan kepusan final dihati. Dan sebelum kamu berhasil membuat hati setuju dengan pikiran maka selama itu kamu akan terombang – ambing dalam ketidakberdayaan. Dengan kata lain, sebelum keyakinan anatara pikiran, perasaan, dan tindakan kamu tidak sinkron, selaras, atau harmonis, keberhasilan akan sulit kamu raih.

Untuk itu idealnya semua proses perubahan harus dimulai dengan positive feeling di depan dan positive thinking mengiringi di belakangnya. Karena mengejar keinginan dengan berpikir positif saja mungkin berhasil, tapi apa hasilnya akan lebih optimal bila kita juga menyelaraskan perasaan positif dengan pikiran positif

Saat ini kita sebagai manusia ada dipersimpangan jalan. Tinggal memilih ma uterus hanya mengandalkan pikiran positif atau mulai menjalani hidup dengan strategi baru, yaitu mengolaborasikan kekuatan pikiran dengan kekuatan hati untuk meraih kejayaan hidup sekaligus menjaga curahan rahmat ilahi di dunia saat ini dan di akhirat kelak.

Prioritaskan diri kamu untuk merasa positif sebelum melakukan apa saja. Kamu akan saksikan hasil kerja kamu lebih efektif, interaksi yang lebih menyenangkan dan semua urusan lancar.
Be smart. Make smart decisions!

Referensi :
BLOG PURI IKHLAS
BLOG AL YAQZHAN

DOWNLOAD EBOOK QUANTUM IKHLAS DI SINI…

Tuhan Agama ASU

Sahabat…
Tulisan dalam artikel ini bukanlah dalam rangka menyinggung ataupun menyindir seseorang atau siapapun saja. Tulisan ini hanya sekedar menyoroti sebuah fenomena sosial yang saat ini sedang merebak mewabah dan menjangkiti hampir setiap orang. Dan Sebagai bahan renungan kita bersama, terutama sebagai nasehat bagi diri saya sendiri agar lebih tepat dalam memandang uang..

ASU hanyalah sekedar istilah yang merupakan singkatan dari Aku Suka Uang atau Aku Sayang Uang, yang menumbuhkan perilaku Aku rela melakukan Segalanya demi Uang. Yang merupakan realisasi dari pemujaan dan pemberhalaan terhadap uang & harta, atau menuhankan Uang dan menganggap Uang adalah Maha di atas segalanya. dan merasa pantas melakukan cara apapun untuk memperoleh uang, cara-cara tersebut sedemikian sakralnya sehingga dapat disamakan dengan Agama bagi para penganutnya.

Sahabat..
Uang Tidak menentukan segalanya, tetapi tanpa uang segalanya menjadi tidak menentu.
Ada ungkapan bahwa uang adalah akar dari segala kejahatan. Bagi saya pribadi, Tidak punya Uang adalah akar dari segala kejahatan.

Diantara penyebab tingginya tingkat kejahatan, seperti pencurian, perampokan, penipuan dan berbagai perbuatan kriminal yang merugikan masyarakat disebabkan karena tingginya tingkat pengangguran yang juga juga berujung pada tingginya tingkat kemiskinan. Kemiskinan yang tanpa disertai ketabahan dan kesabaran apalagi tanpa didasari oleh nilai-nilai keimanan dan moral yang baik, maka akan memunculkan orang-orang yang memilih jalan pintas dan menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan.

Sebagaimana keterangan hadits dalam kitab Faydhul Qodiir, juz 4, hlm. 708 sebagai berikut:

كَادَ الْفَقْرُ أَنْ يَكُوْنَ كُفْرًا، وَكَادَ الْحَسَدُ أَنْ يَكُوْنَ سَبَقَ الْقَدَرَ . (فيض القدير، ج 4، ص 708)

Rasulullah SAW bersabda: Kemiskinan itu dekat dengan kekufuran, dan kedengkian itu dekat dengan mendahului qodar”. (Faydhul Qodiir, juz 4, hlm. 708)

Sahabat, walau sedemikian pentingnya nilai uang bagi kehidupan kita. Jangan sampai membuat kita gelap mata dan rela melakukan segalanya demi uang, sehingga melanggar norma-norma dan aturan masyarakat serta agama. Uang hanyalah sarana untuk mencapai tujuan, dan bukan merupakan tujuan itu sendiri. Sedangkan tujuan yang baik hendaklah dicapai dengan cara yang baik pula. Uang sifatnya netral, seperti halnya pisau, air, api dll. Manusialah yang memberi makna kebaikan atau kejahatan. Manusialah yang mewarnai aura energi uang, energi positif ataukah energi negatif..

Pengusaha yang memiliki mental tangguh akan melihat uang bukanlah segalanya. Uang hanya bagian dari sebuah variabel atau proses aktivitas usaha. Sebagaimana nasehat berikut ini…

Nasehat Andrew Carnegie
Pada tahun 1901, dalam usia 66 tahun, ketika Andrew Carnegie berada pada puncak kariernya, ia malah menarik diri dari dunia bisnis, Dia berkata :

“Saya tidak membutuhkan lebih dari 50.000 dolar AS setiap tahun. Bila saya memperoleh keuntungan lebih dari itu, saya akan menggunakan kelebihannya untuk sesuatu yang mulia! Saya akan berhenti bekerja, kecuali demi kebaikan orang lain….(demi) pendidikan dan pengentasan kemiskinan.

Manusia selalu membutuhkan berhala untuk dipuja, dan harta adalah berhala yang paling menjijikkan! Tak ada berhala yang lebih merendahkan martabat manusia kecuali pemujaan terhadap uang! Maka saya mesti berhati-hati dalam memilih hidup yang bermutu, yang meningkatkan martabat manusia.

Dengan secara terus menerus menekuni bidang usaha dan memikirkan cara untuk meraih keuntungan yang besar dalam waktu singkat, saya akan merendahkan derajat dan martabat saya sedemikian rupa hingga tidak ada lagi kemungkinan untuk mengangkatnya kembali.”

[Dikutip dari Buku Total Sukses Karya Anand Krishna hal. 48-49]

Uang Vs Kebahagiaan
by. Haidar Bagir

Belakangan ini, kita merasakan betapa hidup kita didominasi oleh uang dan harta-benda. Betapa nafsu materialistik mendorong kita untuk terus mengejar benda-benda, dengan harus membayar mahal dalam bentuk hilangnya kesadaran kemanusiaan kita, kaburnya pemahaman tentang tujuan hidup dan penciptaan kita, serta kacaunya perspektif kita mengenai cara-cara meraih kebahagiaan hidup kita.

Akibatnya, banyak di antara kita -manusia-manusia modern, khususnya yang tinggal di kota-kota besar- tidak lagi hidup sebagai manusia, tetapi lebih tepat disebut sebagai “zombie”. Zombie adalah manusia yang sebetulnya sudah mati, tapi dapat bergerak ke segala penjuru, namun tanpa kesadaran. Kita jungkir-balik mengejar uang, untuk membeli benda-benda, bergegas pergi ke sana ke mari, lupa waktu, lupa keluarga dan manusia lainnya, akibat kehilangan perspektif tentang tujuan kita mengejarnya. Padahal, kita tahu, esensi kemanusiaan sejatinya tidak terletak pada gerakan fisik, tetapi ada pada ruh kita, pada kesadaran kita. Kesadaran bahwa kita diciptakan Allah Swt di muka bumi ini bukan sia-sia, melainkan untuk tujuan yang serius; beribadah kepada-Nya sebaik mungkin. Yakni, menjalin silaturrahim –hubungan penuh kasih-sayang-, beramal saleh kepada orang lain sebanyak-banyaknya, dan menjadikan kehidupan di lingkungan sekitar lebih baik.

Sayangnya yang terjadi adalah sebaiknya. Lewat berbagai media yang menembus seluruh sudut kehidupan kita, kita diiming-imingi dengan kebutuhan-kebutuhan artifisial. Yakni ”kebutuhan” yang sebenarnya tak memiliki fungsi untuk menjadikan hidup kita lebih berbahagia. Dahulu, sebelum datang dan berkuasanya modernisme dan era industri, orang bekerja untuk tujuan yang jelas; meraih kesejahteraan. Dalam konteks ini, benda dan uang dipahami sebagai sarana, bukan tujuan itu sendiri. Dengan cara itu, sesungguhnya, pada masa-masa terdahulu manusia lebih hidup ‘sebagai manusia’. Meski ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang luar biasa pesat di masa-masa sekarang ini, manusia masa lampau tampak lebih terampil dalam mengatur hidupnya, menjaga perspektifnya dalam bekerja dan berusaha. Dengan kata lain, mereka lebih terampil dalam berupaya mencapai kebahagiaan ketimbang manusia-manusia sekarang. Sekarang, banyak di antara kita yang justru mengorbankan kebahagiaan demi mengejar uang. Tidak jelas lagi perbedaan antara ‘tujuan’ dan ‘sarana’ hidup. Sebagai bukti, tak jarang kita melihat seseorang justru mengalami kehampaan makna hidup setelah mendapatkan uang yang dikejarnya. Ternyata uang yang berlimpah tidak memberikan kebahagiaan dan makna hidup.

Nah, pertanyaannya sekarang, bagaimana memaknai uang dengan tepat?

Pertama, Agama tidak anti kepada orang yang mencari uang, tidak anti pula pada upaya-upaya mencari karunia Allah Swt. Bahkan dalam Al-Quran disebutkan, “Carilah kebahagiaan hidup di akhirat itu dengan apa-apa yang dikaruniakan Tuhan kepadamu dan jangan lupakan porsimu dari kehidupan dunia.” (QS. Al-Qashash: 77). Yang penting, kita senantiasa dapat memelihara agar tetap memiliki perspektif yang benar sehubungan dengan kepemilikan uang atau harta. Bahwa uang, sekali lagi, adalah sarana, bukan tujuan hidup itu sendiri. Dengan perspektif yang lurus seperti ini, tak ada orang yang mau mengorbankan kebahagiaannya, tujuan hidupnya, demi mengejar uang. Uang harus dijadikan pelayan bagi upaya mendapatkan kebahagiaan hidup.

Kedua, Kita juga perlu meluruskan prioritas, bahwa tugas hidup adalah beribadah kepada-Nya, dengan jalan menebarkan rahmat bagi alam semesta. Bahkan, sesungguhnya kebahagiaan kita terletak di sini. Manusia telah diciptakan Allah dengan fitrah mencinta. Kebahagiaan dan kepuasan hidup tak akan pernah bisa diraihnya jika ia tidak mencinta dan mengungkapkan fitrah kecintaannya itu dengan berbuat baik pada orang lain. Uang atau harta benda yang kita miliki hanyalah sarana pendukung untuk kita menyelenggarakan upaya-upaya seperti ini.

Ketiga, Kita perlu membangun dan memelihara kesadaran bahwa kebahagiaan dunia dan akhirat tidak terletak pada banyaknya uang dan harta benda, melainkan pada bagaimana kita memandang fungsi dan cara menggunakannya. Yaitu dengan mensyukuri, memanfaatkan untuk hal-hal yang halal dan baik, menghindarkan diri dari gaya hidup berlebihan, serta menggunakan kelebihan rizki yang kita miliki untuk berbuat baik kepada orang lain. Hanya dengan itu kita akan mendapat kebahagiaan, termasuk kebahagiaan di dunia ini, dan pada saat kita dibangkitkan kelak.

Jangan sampai, seperti kisah Pedang Damocles dalam mitologi Yunani, bukannya bermanfaat untuk membunuh musuh dalam peperangan, ia bergerak sendiri dan menusuk pemiliknya. Jangan sampai uang, yang seharusnya membantu kita dalam mendapatkan kebahagiaan, malah menjadikan kita egois, berbangga hati sambil melecehkan orang lain, merusak kedamaian keluarga, memutuskan silaturrahim, dan berbagai ekses merusak lainnya. Wallahu a’lam bi ash-shawab.

NASIB di UJUNG JARI

NASIB ADA DI GENGGAMAN TANGAN KITA

Sahabat, anda tahu Palmistry..??
Palmistry adalah suatu metode untuk membaca nasib berdasarkan garis tangan. Palmistry adalah metode konsultasi, dengan referensi tertentu untuk membaca garis tangan. Ilmu ini sudah ada sejak 3000-tahun dan berasa dari India dan Cina. Di India dikenal dengan istilah Hast Samudrika atau Lautan Pengetahuan. Disebutkan demikian karena melalui garis tangan dapat diketahui informasi berharga berupa beberapa hal seperti keuangan, kesehatan, watak, jodoh dan lain lain.

Ilmu ini percaya bahwa beberapa garis yang ada dalam telapak tangan merupakan kondisi dari beberapa pusat otak. Itu merupakan cerminan dari pikiran bawah sadar yang membentuk garis-garis tersebut. Karena garis tersebut mewakili pikiran kita, mereka terus menerus berubah, dalam menjaga harmonitas antara pikiran dan juga sikap kita yang dinamis dan terus berubah. Artinya sikap positif yang kita miliki akan berdampak pada garis lurus yang memiliki arti baik, sedangkan pikiran negatif membuat efek sebaliknya. Maka itu banyak sekali wejangan yang beredar dalam masyarakat kita untuk terus menjaga pikiran positif, dalam arti kata sebenarnya dapat mempengaruhi jalan nasib seseorang.

Namun kali ini saya tdk akan membahas itu, karena saya bukanlah ahlinya di bidang itu…. Namun pagi ini saya akan berbagi cerita hikmah mengenai Nasib & Garis Nasib di tangan kita…

Alkisah………
Di Taiwan, hiduplah seorang pengusaha kaya. Hebatnya, kekayaannya itu (menurut banyak pihak) diperoleh benar-benar dari nol. Karena itu, tak mengherankan jika apa yang dilakukannya mampu menginspirasi banyak pihak.

Suatu ketika, karena penasaran, ada seorang pemuda yang ingin belajar serta menimba pengalaman dari sang pengusaha. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya sang pemuda berhasil menemui si pengusaha sukses.

“Terima kasih Bapak mau menerima saya. Terus terang, saya sangat ingin menimba pengalaman dari Bapak sehingga bisa sukses seperti Bapak,” ujar pemuda itu berseri-seri.

Mendengar permintaan itu, sang pengusaha tersenyum sejenak. Kemudian, ia pun meminta anak muda tadi menengadahkan tangannya. Si pemuda pun terheran-heran. Namun, lantas si pengusaha pun menjelaskan maksudnya.

“Biar aku lihat peruntunganmu. Aku ingin melihat garis tanganmu. Simak baik-baik apa pendapatku tentangmu, sebelum aku memberikan pelajaran seperti yang kamu minta,” jawab pengusaha tersebut.

Setelah menengadahkan kedua tangannya, si pengusaha pun berkata. “Lihat telapak tanganmu ini. Di sini ada beberapa garis utama yang menentukan nasib. Di sana ada garis kehidupan. Kemudian, di sini ada garis rezeki, dan ada pula garis jodoh. Sekarang, menggenggamlah. Di mana semua garis tadi?”

“Di dalam telapak tangan yang saya genggam,” jawab si pemuda yang penasaran.

“Nah, apa artinya itu?
Hal itu mengandung arti, bahwa bagaimana nasib dan keadaanmu kelak, semua itu ada dalam genggamanmu sendiri. Kamu lihat kan, bahwa semua garis tadi ada di tanganmu. Dan, begitulah rahasia suksesku selama ini. Aku berjuang dan berusaha dengan berbagai cara untuk menentukan nasibku sendiri,” terang si pengusaha.

“Tetapi, coba lihat pula genggamanmu. Bukankah masih ada garis yang tidak ikut tergenggam? Sisa garis itulah yang berada di luar kendalimu. Karena, di sanalah letak kekuatan spiritual dari Sang Maha Pencipta.” ALLAHU AKBAR……

NASIB ANDA JUGA DITENTUKAN OLEH UJUNG JARI ANDA….
BILA ANDA KLIK INI…. ►►►

Jadilah Pemain

Suatu hari, seorang pemuda diajak oleh salah seorang temannya untuk menghadiri sebuah pertemuan besar untuk merayakan kemenangan atau prestasi yang sudah dicapai seseorang. Banyak orang yang berduyun-duyun menghadiri pertemuan itu. Dalam pertemuan akbar itu, banyak orang dari berbagai jenis profesi maju ke atas panggung untuk bercerita tentang kisah sukses mereka.

Setelah sampai di ruang pertemuan, mereka mengambil tempat duduk agak di depan. Acara yang dinanti-nantikan akhirnya dimulai. Para hadirin terlihat begitu antusias menyambut acara tersebut karena acara ini dapat memberikan motivasi dan inspirasi yang besar bagi mereka. Dengan mendengarkan kisah sukses mereka yang telah berhasil, mereka berharap dapat mengikuti jejak sukses seorang pemenang.

Tidak lama kemudian, muncul seorang pemuda. Ia naik ke panggung dengan disambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin. Pemuda ini sukses karena bisnis komputer. Ia menceritakan kisahnya yang berasal dari keluarga yang serba kekurangan yang membuatnya tidak pernah duduk di bangku sekolah. Akan tetapi sekarang dirinya bisa sukses di bisnisnya karena kemauannya untuk belajar. Walaupun tidak berpendidikan, ia tidak mau kalah dengan yang lain sampai akhirnya berhasil seperti sekarang.

Mendengar pengakuan pemuda sukses tersebut, pemuda yang duduk sebagai hadirin tadi berkata pada temannya, “Ahh, zaman sekarang kalau tidak sekolah mana mungkin bisa berhasil. Menurut saya, dia cuma beruntung saja, atau mungkin dibantu temannya.” Temannya tidak berkomentar apa-apa, hanya diam saja.

Berikutnya, tampil seorang ibu rumah tangga yang sukses berkat bisnis pakaian. Ibu ini menceritakan bahwa ia bertekad untuk memperoleh penghasilan sendiri karena ingin membantu ekonomi keluarganya. Penghasilan dari suaminya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Pada mulanya ia hanya menjahit pakaian. Karena hasil jahitannya bagus dan berkualitas, pesanan semakin banyak yang berdatangan. Bisnisnya semakin besar ketika ia akhirnya membuka butik besar yang menjual pakaian hasil jahitannya sendiri serta pakaian impor merek ternama. Bisnis yang ditekuninya memberikan penghasilan yang cukup banyak bahkan berlebih sehingga kehidupan keluarganya menjadi makmur. Ibu inipun menjadi kaya raya karena berhasil membuka beberapa cabang.

Begitu mendengar kisah sukses ibu tersebut, pemuda tadi lagi-lagi mengkritik, “Ahhh, bagaimana tidak sukses! Ibu-ibu kan memang pandai bicara…” Pemuda ini terus saja mengatakan hal-hal yang negatif dan lagi-lagi, temannya hanya diam.

Berikutnya tampil seorang cacat tanpa kedua tangan yang sukses sebagai seorang salesman terbaik. Banyak orang terharu mendengar kisahnya yang fenomenal. Akan tetapi pemuda itu malah berkata, “Ahhh, saya yakin dia sukses karena orang lain kasihan terhadap dirinya. Melihat dirinya cacat, orang-orang tidak tega menolak apa yang dijualnya, sehingga terpaksa membeli walaupun sebenarnya tidak perlu.”

Satu demi satu orang sukses tampil di panggung untuk memberikan kesaksian dan semangat kepada hadirin. Tapi kritikan demi kritikan terus keluar dari mulut si pemuda itu, seolah-olah semuanya tidak ada yang benar.

Hal ini membuat temannya buka mulut. Temannya langsung berkata, “Tidak peduli seberapa banyak kritikan yang kamu berikan atas kesuksesan yang mereka raih, yang terpenting mereka telah berhasil menjadi pemenang dalam hidup mereka. Tidak seperti kamu yang hanya bisa berkomentar dan mengkritik tapi tidak berbuat apa-apa. Buktikan kamu bisa seperti mereka, jangan hanya jadi penonton saja.”

Pesan kepada pembaca:
Mengkritik jauh lebih mudah dilakukan daripada berbuat. Namun, orang yang selalu mengkritik dan memberikan komentar negatif akan tetap selalu menjadi seorang penonton di sepanjang hidupnya. Mereka hanya bisa melihat kesuksesan orang lain, tetapi tidak mampu menciptakan kesuksesan mereka sendiri.

Lain halnya seorang pemain yang selalu take action untuk meraih kesuksesan. Mereka tahu resiko yang harus mereka hadapi. Ketika mereka gagal, mereka tahu bahwa mereka akan mendapat kritikan pedas dari orang lain. Tapi mereka tidak pernah peduli dengan kritikan tersebut. Mereka tetap fokus dan bangkit kembali sampai berhasil.

Contoh paling mudah adalah pertandingan sepak bola. Misalkan ada adegan penalti yang dilakukan oleh Cristiano Ronaldo. Sayang, tendangannya meleset. Pasti banyak penonton, mungkin Anda, yang mengkritik dan memberi cercaan padanya. Mungkin Anda bilang, “Ahhh, bodoh sekali Ronaldo. Masa begitu saja tidak bisa, padahal anak kecil pun bisa.”

Cobalah tanya diri Anda sendiri apakah kritikan dan cercaan para penonton membuat gajinya dipotong? Apakah makian terhadap dirinya membuat gelar-gelar internasionalnya harus dicopot? Apakah komentar negatif orang lain membuat dirinya miskin?

Sadarilah, meskipun dirinya mendapat ribuan cacian, cemoohan, kritik, dan komentar negatif, Cristiano Ronaldo tetaplah seorang pemain termahal di dunia, tetap memperoleh gaji super besar, tetap menjadi seorang mega bintang sepak bola, tetap kaya raya dan tetap digilai banyak wanita cantik. Ia adalah seorang pemain, bukan penonton yang hanya bisa mengkritik, tetapi tidak pernah mengkritik dirinya sendiri.

Sudah saatnya Anda menjadi seorang pemain. Jangan hanya menjadi penonton yang terpesona dengan kesuksesan orang lain. Jadilah seorang pemain yang suatu saat nanti merayakan kemenangan Anda sendiri. Jangan hanya memilih untuk menjadi penonton yang bersuka cita karena GOL, tetapi jadilah pemain yang berteriak kegirangan karena berhasil mencetak GOL.

Saatnya Anda Menjadi Pemain, Klik Di Sini….

Samurai Tanpa Pedang

“Aku tidak pernah mahir dalam seni berpedang. Bahkan ronin kelas tiga sanggup mengalahkanku dalam perkelahian jalanan! Aku sadar aku harus lebih menggunakan otak daripada tubuh, khususnya jika aku ingin kepalaku masih menempel di leher” [hal 8]

KUASAI JURUS PEDANG TANPA PEDANG
KLIK DI SINI..

Lahir dari orang tua petani dan lingkungan yang miskin tidak membuat Hideyoshi berhenti bermimpi. Pria yang bernama asli Kinoshita Tōkichirō ini memiliki impian dan tekad menjadi seorang Samurai. Akan tetapi mengingat tidak adanya darah samurai mengalir dalam dirinya, maka hal tersebut bukan lah sesuatu yang mudah. Apalagi dengan kondisi fisiknya kecil yang tidak memungkinkannya untuk bergerak di dunia militer, sehingga membuatnya tidak memiliki kemampuan berkelahi. Menyerah, kata yang sama sekali tidak pernah mendekam dalam kamus kehidupan pria yang berjulukan si Monyet atau Tikus Botak. Berbekal tekad, keberanian dan kecerdikannya menciptakan peluang, Hideyoshi menunjukkan bahwa orang biasa dapat menjadi luar biasa.

Toyotomi Hideyoshi. Sebuah nama yang sangat terkenal di zaman peperangan antar klan, Zaman Sengoku. Pria ini memiliki perawakan mirip kurcaci botak dengan badan tak karuan, yang oleh beberapa orang diberi predikat sebagai pemimpin berwajah paling jelek dalam sejarah Jepang. Akan tetapi kondisi fisiknya tidak terlalu berpengaruh, mengingat perannya yang hingga saat ini menjadikan sosok menyejarah di mata generasi muda.

Setelah diusir dari keluarga Matsuhito, karena fitnah. Dia tidak menyerah dan terus berupaya untuk mewujudkan keinginannya. Keberaniannya menciptakan peluang di saat krisis lah yang menjadi awal perjalanan hidupnya. Sebuah langkah berani diambilnya saat Hideyoshi dengan berani menghadang Lord Nobunaga ketika akan memasuki gerbang seorang bangsawan, dengan resiko dibunuh di tempat dia menyampaikan tekadnya untuk mengabdi pada Klan Oda.

“Kau pasti terkejut saat mendapati bahwa keberhasilanku dalam meraih kepemimpinan dibangun atas dasar-dasar yang terdengar lumrah seperti pengabdian, penghargaan, kerja keras dan tindakan tegas.” [hal 6]

Bergabung dengan Klan Oda menjadi titik balik kehidupan Hideyoshi untuk meraih kepemimpinan. Bermula menjadi kacung rendahan Lord Nobunaga, dia menunjukkan banyak loyalitas dan dedikasi tertinggi, bahkan ketika membawakan sandal sang Lord, Hideyoshi mendekapnya demi menjaga kehangatan walaupun saat itu dirinya sendiri dalam kondisi kedinginan. Pengabdiannya yang luar biasa membuat Nobunaga tidak segan menaikkan pangkat Hideyoshi dengan signifikan. Hingga akhirnya Hideyoshi menjadi salah satu orang kepercayaan Lord Nobunaga.

Kematian Lord Nobunaga karena adanya pengkhianatan, menimbulkan perebutan kekuasaan dan bibit perpecahan. Keadaan ini mengharuskan Hideyoshi mengambil tindakan tepat dan cepat untuk mengatasi kondisi yang semakin memanas. Tidak sekadar kecerdikan dan ketangkasan yang akhirnya mampu membungkam sengketa, tetapi kepercayaan diri Hideyoshi membuat kondisi krisis ini menjadikannya seorang pemimpin. Setelah membalas dendam atas kematian Lord Nobunaga, Hideyoshi berusaha melanjutkan perjuangan Lord Nobunaga, yaitu mempersatukan wilayah Jepang.

Kitami Masao, si penulis buku ini, mengurai sejarah kehidupan Hideyoshi menjadi poin-poin motivasi. Tidak salah memang memilih Hideyoshi sebagai sosok pemimpin yang menginspirasi, bukan hanya karena sifat-sifatnya, tetapi juga aksi yang digunakannya terbilang unik, untuk zaman sengoku. Di saat sebagian penguasa menggunakan pedang untuk memperluas daerah jajahannya, Hideyoshi lebih memilih jalan diplomasi. Ketika sebuah wilayah berhasil didapatkan, Hideyoshi tidak menyingkirkan para penguasanya, tetapi mengendalikan. Dan taktik yang tidak biasa ini ternyata malah sangat menguntungkannya.

“Untuk menggenggam musuh dalam tangan dan tidak meremasnya sampai hancur, untuk menahan pasukan yang mabuk kemenangan tidak kelepasan, ini adalah ciri kepemimpinan yang sebenarnya” [h.108]

Dengan menggunakan aku sebagai subyek pencerita, buku biografi ini menuturkan totalitas Hideyoshi sebagai pemimpin. Sesuai dengan arti Samurai, yaitu orang yang melayani, Hideyoshi benar-benar menerapkan bahwa tugas seorang pemimpin adalah melayani bukan dilayani. Kerendahan-hatinya terlihat dari bagaimana dia memaknai kedudukannya dengan baik, yang selalu mencamkan pada diri sendiri bahwa untuk tetap menjadi seorang pemimpin, bukan atasan.

“Setiap orang memiliki kelebihan, maka tugas seorang pemimpin adalah membantu bawahan menemukan bidang keahlian masing-masing yang paling mungkin untuk dimanfaatkan secara efektif” [h.145]

“Rendah hati, melakukan penghargaan dengan hal yang mungkin dianggap sepele. “Salah satu cara untuk mengenali kinerja—dan mendemonstrasikan empatimu—adalah menulis surat sendiri dengan tulisan tangan” [h.168]

Tidak salah jika buku ini menginspirasi banyak pihak, termasuk Redline Publishing untuk terus berkembang di dunia penerbitan, karena perjalanan hidup Hideyoshi tidak hanya memuat kesuksesan, tetapi juga kesuraman masa pemerintahannya. Tidak ada yang sempurna. Dan ketidak-sempurnaan inilah yang menjadi semacam peringatan untuk lebih mengekang obsesi dan memperhatikan langkah-langkah yang diambil. Sekali lagi, tugas seorang pemimpin adalah melayani bukan dilayani.

source : AKTIVASI ENERGY

7 Prinsip Sukses Steve Jobs

7 Prinsip Sukses Yang dianut Steve Jobs :
  1. Lakukan apa yang anda cintai > Passion
  2. Meninggalkan jejak di alam semesta > Karya
  3. Nyalakan otak anda > Ide & Kreativitas
  4. Jual mimpi, bukan produk
  5. Katakan tidak terhadap 1000 benda > Disain
  6. Ciptakan pengalaman yang sangat hebat
  7. Kuasai pesan anda > Story Telling.

“Salah satu cara untuk muncul dengan sesuatu yang baru – sesuatu yang mengubah dunia – adalah dengan berpikir di luar batasan yang dimiliki oleh orang lain. Anda harus berpikir di luar batasan artifisial yang telah ditetapkan oleh orang lain.” [ Steve Wozniak ]

Status by. Mr. Yan Nurindra

Terima Kasih untuk statusnya Pak Yan….
Saya juga teringat dengan materi terakhir yang dibawakan Pak Ikhwan Sopa dalam Training Of The Trainer NNLP 14-15 January 2012. Bangun Network (Persaudaraan), Tampil Beda (Inovasi & Spesialisasi), & Kreatifitas Multi Disiplin…

hmm…
Alhamdulillah, NAQS DNA Dalam Proses….. MENEBARKAN BENIH KEAJAIBAN. LET’S MIRACLE HAPPEN….
www.keajaibanhati.com

Kematian Sang Maestro “Apple” Steve Jobs, sungguh mendunia dan marak dibicarakan di mana-mana. Baik media massa offline dan media online sangat gencar memberitakan sosok legendaris tersebut.

Kematian Steve Jobs yang menyedot perhatian dunia beberapa waktu lalu membuat penulis penasaran ingin tahu riwayat hidupnya. Banyak orang mengelu-elukannya dan menyebutnya sebagai seorang penemu, businessman, dan inspirator dunia modern. Produk-produk yg dihasilkan atas rancangan Steve Jobs adalah iPhone, iPod Touch, iPad, Macbook Air, dan lain sebagainya.

Setelah penulis telurusi biografi singkatnya dari beberapa media offline maupun media online, ternyata ada tiga faktor penentu kesuksesan Steve Jobs. Ketiga faktor penentu tersebut adalah : memanfaatkan perasaan terbuang, perasaan kehilangan, dan selalu ingat mati.

Faktor Pertama : Perasaan terbuang.
Steve Jobs lahir dari rahim mahasiswi muda yang hamil di luar nikah dengan seorang lelaki yg tidak tamat SMA. Kelahirannya tidak dikehendaki, sehingga Ibu kandungnya berniat akan memberikan sang anak kepada seorang pengacara dan istrinya. Singkat kata Steve Jobs kecil diadopsi hingga pada umur 17 tahun beliau dikuliahkan.

Selama kuliah enam bulan, Steve Jobs tidak merasa tenang hatinya karena telah menghabiskan uang tabungan orang tua angkatnya hanya agar dia bisa kuliah di perguruan tinggi mahal. Hanya bertahan enam bulan, akhirnya Steve Jobs drop out dari Kampus Reed College. Namun beliau tetap bertahan di sekitar kampus selama 18 bulan dan mengambil kelas kaligrafi (kelas non formal). Steve Jobs bertahan dengan tidur di lantai asrama teman-temannya, menukarkan botol cola agar mendapatkan 5 sen untuk membeli makanan, dan berjalan sejauh 10 km seminggu sekali untuk memperoleh makanan yang baik di Candi Hare Krishna. 10 tahun kemudian, pelajaran tentang kaligrafi telah mengilhami Steve Jobs untuk mendesain komputer Macintosh pertama. Seni ini terus mempengaruhi karya-karya Steve Jobs berikutnya.

Perasaan terbuang inilah yang telah membuat Steve Jobs rela melakukan apa saja untuk bertahan hidup dan mencari makna kehidupan yang sesungguhnya dengan lebih intens.

Faktor Kedua : Perasaan kehilangan
Ketika Apple menjadi perusahaan besar beromset $2 Milyar dengan 4000 pekerja, Steve Jobs dipecat oleh CEOApple atas persetujuan Dewan Direksi.

Kedengarannya aneh bahwa ada pendiri perusahaan yg dipecat oleh CEO nya sendiri karena perbedaan pandangan ke depan. Tapi itulah kenyataannya. Selama beberapa bulan setelah dipecat fokus Steve Jobs hancur dan tidak tahu harus berbuat apa. Seluruh media sudah memberitakan kesalahannya. Namun ada satu hal yg beliau ingat, yaitu : Steve Jobs masih mencintai pekerjaannya.

Karena Steve Jobs masih sangat mencintai bidangnya, maka pelan-pelan beliau bangkit kembali dan mendirikan perusahaan baru. Dalam 5 tahun kemudian berdirilah perusahaan baru “NeXT Computer dan Pixar Animation”. Pixar kemudian memulai untuk menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan menjadi studio animasi film terbaik di dunia saat itu. Dalam kurun waktu tak terduga, Apple kemudian membeli Perusahaan NeXT dan Steve Jobs kembali lagi ke Perusahaan Apple yg pernah dia dirikan. Teknologi yg dikembangkan di NeXT Computer kemudian menjadi jantung teknologi Apple.

Dari sini Steve Jobs sempat berujar dalam sebuah pidatonya : “Saya yakin semua tidak akan pernah terjadi jika saya tidak dipecat oleh Apple. Ini merupakan obat mujarab yang sangat pahit, tapi setiap pasien membutuhkannya, saya pikir. Kadang-kadang kehidupan menghancurkan anda dengan amat kejam. Jangan hilang kepercayaan. Saya yakin bahwa satu hal yang bisa membuat saya bertahan adalah bahwa saya mencintai apa yang saya lakukan. Kita harus mencari apa yang sebenarnya kita cintai”.

Perasaan kehilangan telah membuat Steve Jobs merubah energi perasan negatif menjadi lebih kuat dan lebih kreatif. Disamping itu rasa kehilangan perusahaan yang didirikannya tersebut telah melecut dirinya untuk tetap mencintai dan menyayanginya bidang profesinya selama ini. Dan akhirya karena karya-krayanya yang lahir dari rasa sayang dan cinta tersebut, apa yang selama ini telah lepas darinya bisa kembali dan bahkan bersinergi.

Faktor Ketiga : Selalu ingat kematian
Setiap kita pasti takut kalau bicara kematian. Namun yg pasti kematian adalah hal yang akan dialami setiap makhluk hidup. Apa yang akan kita lakukan jika malaikat memberi tahu bahwa esok hari kita akan “dimatikan?” Tentu semua kita akan melakukan hal yang terbaik dalam hidup (best of the best). Karena kita tahu bahwa balasan kehidupan dunia kelak adalah surga atau neraka , maka kita akan berlomba-lomba melakukan kebajikan dan amal agar mencapai surga.

Filosofi “kematian” inilah yg dianut oleh Steve Jobs dalam melaksanakan aktivitas bisnis kreatifnya setiap hari.

Selama 33 tahun setiap pagi beliau berdiri di depan cermin dan bertanya pada diri sendiri : “Jika hari ini adalah hari terakhir saya, apakah saya akan melakukan apa yang seharusnya saya lakukan?” “Dan ketika jawabannya ‘tidak’, maka saya tahu bahwa ada sesuatu yang harus saya rubah”.

Selanjutnya Steve Jobs berfilosofi dan bisa menjadi nasehat kita sepanjang hayat :
“Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah alat yang sangat penting dalam membantu membuat pilihan-pilihan besar dalam hidup, oleh karena hampir segalanya– harapan, status, ketakutan, rasa malu, atau gagal-semuanya akan sirna ketika kita menghadapi kematian. Dan hanya meninggalkan apa yang benar-benar penting. Mengingat bahwa anda akan segera mati adalah jalan terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan pemikiran bahwa anda memiliki sesuatu yang harus anda lepaskan. Kita semua sudah telanjang. Tidak ada alasan anda tidak mengikuti apa kata hati anda”.

Karya-karya besar Steve Jobs pada Apple mungkin tidak terlepas dari pengalaman didiagnosa dokter bakal mati dalam 3-6 bulan lagi. Suatu ketika beliau divonis dokter terserang kanker pankreas yg dia sendiri tidak tahu penyebabnya. Namun ternyata selama 8 tahun Steve Jobs masih bertahan dan tetap menghasilkan karya-karya besar pada perusahaan Apple-nya. Produk-produk iPhone, iPod Touch, iPad, Macbook Air, dirancang dan digarap saat ia telah didiagnosa mengidap kanker pankreas.

Ada sebuah motto yg dibaca dan diterapkan Steve Jobs sejak umur 17 tahun :
“Jika kita hidup setiap hari seperti hari terakhir bagi kita, kita akan menciptakan sesuatu yang benar-benar besar akhirnya.”

Kini Steve Jobs telah tiada. Kepergiannya telah memberi pelajaran nyata pada kita-kita yg masih hidup. Bahwa selagi kita masih diberi ‘jatah hidup’, lakukanlah hal terbaik setiap hari. Sering-seringlah ingat mati agar kita melakukan hal bermanfaat dan bernilai setiap hari. Lakukanlah dengan tulus dan terus-menerus hal yg sangat kita cintai. Insya Allah setiap kita akan menghasilkan karya terbaik dengan filosofi ‘ingat mati’ tersebut.

Sejak Tanggal 24 Oktober 2011, Biografi Steve Jobs oleh Walter Isaacson telah diluncurkan di Amerika. Buku tersebut telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Mandarin di Cina dan telah terjual 1.000 kopi secara online saat peluncurannya.

Untuk edisi Bahasa Inggris, Buku Biografi Steve Jobs juga bisa dipesan via Amazon.com . Sementara untuk rekan-rekan yg menginginkan Buku Biografinya dalam Bahasa Indonesia, bisa mencari di Toko Buku atau lewat Penerbit Mizan, yang mendapatkan hak terbit buku tersebut di Indonesia.

Semoga kita bisa terinspirasi menghasilkan Karya Terbaik meskipun di tengah keterdesakan, kesempitan, bahkan dalam kepayahan sekalipun.

Intinya lakukan sesuatu yg kita cintai dengan sepenuh hati. Insya Allah kita akan menghasilkan Karya Terbaik buat umat manusia karena kita adalah Karya Terbaik dari TUHAN….! (diolah dari berbagai sumber). www.keajaibanhati.com