Beranda > Lintas Agama > YOGA, ILMU BATINIAH

YOGA, ILMU BATINIAH

Dia yang pandai menggulung tembakau dengan baik, harus pula dapat menggulung pikirannya dalam meditasi dengan baik.

Hidup menyesuaikan diri/menyerahkan diri kepada alam berarti stagnansi (kemandegan) dan kematian.
by. Swami Vivekananda

Setiap Jiwa mengandung Daya Keilahian.

Tujuannya ialah untuk memperlihatkan keilahian yang ada di dalam batin kita, dengan jalan mengontrol sifat-sifat kita, jasmaniah & batiniah.

Praktekkanlah ini melalui kerja, atau bakti, atau latihan-latihan batin. Mempelajari filsafat-filsafat, dengan jalan satu atau lebih dari praktek-praktek tersebut di atas — dan capailah kebebasan.

Ini adalah keseluruhan dari agama. Doktrin atau dogma, atau upacara-upacara, buku-buku, tempat pemujaan, bentuk-bentuk lainnya, hanyalah soal-soal detail dan mengambil tempat nomer dua.

Tujuan terakhir dari segenap umat manusia, maksud dan tujuan dari semua agama, hanyal satu — bersatu kembali ke dalam Tuhan, atau dalam istilah yang sama, bersatu kembali dengan Keilahian yang merupakan sifat sejati dari manusia itu sendiri. Tetapi kalau tujuannya adalah satu, maka jalan-jalannya dapat di tempuh dalam berbagai cara, tergantung dari tabiat manusia masing-masing.

Baik tujuan maupun cara-cara yang ditempuh untuk mencapai itu dinamakan YOGA, perkataan ini berasal dari rumpun yang sama dalam bahasa sansekerta seperti kata “YOKE” dalam bahasa inggris, dan artinya “mempersatukan“, mempersatukan diri kita dengan sifat-sifat kesejatian kita, yaitu Tuhan. Yoga ada beberapa macam – dan yang paling penting adalah KARMA YOGA, BHAKTI YOGA, RAJA YOGA, & JNANA YOGA.

Kalau tiap-tiap ilmu pengetahuan memiliki cara-cara tersendiri, maka demikian halnya dengan tiap-tiap agama. Cara-cara untuk mencapai tujuan agama kita namakan YOGA. Sedang pelbagai sistem dari Yoga yang diajarkan, disesuaikan selaras dengan pelbagai sifat-sifat dan tabiat manusia.

Kami bagi sebagai berikut, dibawah empat golongan :

  1. KARMA YOGA
    Cara dengan mana manusia menyadari keilahiannya sendiri melalui kerja atau kewajiban.
  2. BHAKTI YOGA
    Realisasi keilahiannya melalui kebaktian, cinta kepada Tuhan (Personal God).
  3. RAJA YOGA
    Realisasi keilahiannya melalui pengontrolan pikiran (meditasi)
  4. JNANA YOGA
    Realisasi keilahiannya orang itu sendiri dengan melalui pengetahuan atau kebijaksanaan (Jnana).

Inilah jalan-jalan yang menuju kepada pusat yang sama – Tuhan. Masing-masing dari yoga-yoga itu cocok untuk membikin manusia sempurna, bahkan tanpa bantuan cara-cara lain, oleh karena mereka semua mempunyai tujuan yang sama. Sistem-sistem Yoga melalui kerja-kerja kebijaksanaan dan kebaktian, semua dapat dipakai sebagai cara-cara yang langsung dan tersendiri guna mencapai Moksha (kebebasan).

Dasar dari segala Yoga adalah ketidak ikatan. Orang yang ingin melepaskan diri dari keinginan nafsu untuk tinggal di rumah, melepaskan keinginan berpakaian bagus, makan-makanan enak, dan pergi ke gurun pasir. boleh jadi merupakan orang yang paling terikat. Apa yang ada padanya, tubuhnya sendiri, mungkin merupakan satu-satunya ikatan yang paling hebat baginya. Dan hidupnya hanya sekedar berjuang untuk kepentingan badannya saja.

dikutip dari Buku Suara Vivekananda halaman 23, terbitan tahun 1963. Diterbitkan oleh Masyarakat India di Indonesia.

Kategori:Lintas Agama
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: