Beranda > Hypno Quantum > Hypnosis Barat VS Hypnosis Timur

Hypnosis Barat VS Hypnosis Timur

Semua kegiatan metafisika & spiritualisme Tradisional, pasti melibatkan unsur hypnosis di dalamnya. Baik dilakukan secara sadar ataupun tidak di sadari (alamiah)…

Hypnosis Tradisional, lebih bersifat Hypnotis center. Praktisi Hypnosis/Ahli Hypnosis sebagai inti dan pelaku utama dari proses hypnosisnya. Dan pada umumnya klien tidak menyadari bahwa mereka terkena pengaruh hypnosis.

Hypnosis Modern, lebih bersifat Client Center. Proses hypnosis lebih berfokus pada pemberdayaan diri client dan dilakukan secara terbuka berdasarkan kesepakatan bersama. Di sini tugas seorang ahli hypnosis hanyalah sebagai fasilitator semata….

Dalam hal ini NAQS DNA, lebih mengutamakan keseimbangan.
Di satu sisi, etika & tata krama adat ketimuran sangat di junjung tinggi. Dimana sesama anggota wajib menumbuhkan Rasa saling menghormati dan menyayangi. Di sisi yang lain, metode yang dikembangkan lebih bersifat Client center. Para Master Trainer hanyalah bertugas sebagai pembimbing dan fasilitator semata….

Hypnosis itu Fenomena Alamiah
Setiap orang pasti pernah mengalami kondisi hipnosis karena memang merupakan fenomena alamiah. Hipnosis sama halnya dengan anda yang mengalami pengalaman berkut:

  • Anda menonton sinetron hingga terhanyut sampai ikut menangis ketika tokoh idolanya dianiaya.
  • Anda asik main game hingga lupa waktu
  • Anda asik membaca buku yang menarik bagi anda, hingga anda tidak mendengar ketika teman annda memanggil anda.
  • Anda tidak merasakan sakit saat kaki anda tergores hingga berdarah ketika berjalan atau sedang asik melakukan kegiatan yang anda sukai.
  • Dalam tidur, anda bermimpi dan apa yang anda hadapi begitu nyata.
  • Anda khusuk dalam Doa dan Zikir yang membuat anda fokus hanya pada Tuhan.
  • Anda merasa terbang ketika sedang bermeditasi( lavitasi)

Trance adalah fenomena yang normal dan di alami dalam kehidupan sehari hari. Tanpa disadari, semua orang pasti pernah mengalami trance, misalnya saat menonton film yang menarik, menyetir mobil, membaca buku, bekerja didepan komputer, dan lain-lain. Ormond Mc. Gill, yang dijuluki Dekan Hipnosis Amerika, mangatakan “Tidak mudah memberi pengertian kepada hipnosis. Hipnosis tak ubahnya seperti listrik, sedikit orang yang bisa menjelaskannya dengan mudah, tetapi yang jelas listrik memiliki DAYA yang dapat dimanfaatkan.”. Dari pernyataan itu, kita lebih dapat menempatkan hipnosis sebagai sesuatu yang bukan mistik atau sesuatu hal yang gaib.

Hypnosis Barat VS Hypnosis Timur
Hipnotis bukan hanya bikin orang tidur dan memberi sugesti, namun ketika seorang ibu menidurkan anaknya dengan lagu “timang-timang“, hal itu merupakan prosesi dari hipnotis bagi anaknya. Saat seorang ibu memegang kepala anaknya dan mengatakan, “Besok nek gedhe dadi wong ya, Le...”(Besok kalo udah besar jadi orang yaa, Nak…). Hal itu sama dengan halnya “orang pintar” melakukan penyembuhan pada pasiennya dengan bacaan dan mantra – mantra. Atau, saat seseorang menggunakan “peluluh” agar orang lain dapat “lunak” dan dapat dipengaruhinya. Itu semua adalah fenomena hipnotis karena, Prinsip utama hipnotis adalah “mempengaruhi”.

Hipnotis Barat digali dengan eksperimen-eksperimen yang dilakukan. Sementara itu, hipnosis Timur digali dari budaya Timur yang berkaitan dengan kultur dan etnik budaya setempat. ada beberapa hal yang sama dan ada pula yang berbeda, tetapi prinsip kedua proses tersebut satu, yaitu “mempengaruhi” pikiran bawah sadar seseorang.

Pada hipnosis Timur atau tradisional, kita mengenal ritual-ritual dan mantra-mantra yang sering digunakan oleh pelaku. Hal tersebut sebagai sarana “autosugesti” bagi pelaku dalam menjalankan aksinya. Mereka yakin kalau kehendaknya pasti berhasil jika melakukan ritual ritual dan manta-mantra tersebut. Seperti saat seorang guru spiritual mengatakan, ” Dengan membaca mantraini, kamu akan kebal.” Jika tingkat sugestibilitas dan akseptabilitas orang tersebut tinggi, dia akan langsung trance, mantra itu dijadikan sebuah anchor/ password, dan sebagai PHS-nya dia akan kebal. Sementara itu, hipnotis Barat tidak mengenal hal-hal tersebut.

Hipnotis Barat lebih berorientasi pada klien, yaitu mengkondisikan klien pada keadaan hipnotic(hypnotic state). Kemudian dengan sugesti, proses itu dapat diteruskan dengan memberikan terapi. Sementara itu, hipnosis Timur lebih berorientasi pada therapist atau pelaku hipnosis. Bagaimana dia mengolah dirinya dengan autosugesti, agar dapat mempengaruhi klien, baik mengolah secara visual, verbal, non-verbal, maupun batin.

Hipnosis Barat dan Timur memiliki paradigma yang berbeda. 
Paradigma hipnosis Timur prosesnya lebih diorientasikan pada pelaku (therapist). Hal itu yang menyebabakan pelaku Timur sangat membutuhkan autosugesti, untuk meyakinkan dirinya dalam mempengaruhi klien. Disamping itu, hipnosis Timur lebih memberdayakan semua potensi dalam dirinya, tidak hanya verbal, namun juga visual(mata sebagai jendela diri), bahasa non-verbal(tanagn, kaki, kepala, bahu, perut, dan semua gerak dalam tubuhnya adalah representasi dari keyakinan dan kemantapan untuk menghipnotis/memengaruhi), dan yang tak kalah penting adalah olah batin dan jiwa(sebagai bagian dari autosugesti). Olaha batin disini bukan berarti mantra, lelaku, dan ritual-ritual yang aneh. Namun, sang hypnotherapist juga harus memiliki jiwa dan batin yang sehat. Hal itu dpat dilakukan sesuai dengan keyakinan setiap orang, misalnya, doa, dzikir, salat dan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim…”, atau berupa self-hypnosis agarr psikis kita sehat.

Sementara itu, paradigma pada hipnosis Barat diorientasikan pada klien. Prosesnya lebih difokuskan pada “bagaimana mengkondisikan klien pada kondisi hypnotic”. Hal itu membuat hipnosin Barat lebih menjabarkan proses seperti apa dan bagaimana mengkondisikan klien dalam keadaan hipnotic. Akhirnya, proses itu memunculkan banyak teknik-teknik dlm melakukan praktik hipnosis. Inti dari hipnosis ala Barat ialah, jika klien bersedia, pasti bisa, namun jika ada resistance dan rejection, tidak bisa melakukan hipnosis. Hal itu berlaku pada stagehypnosis maupun hypnotherapist.

Hipnosis Timur menggunakan ritual dan mantra dalam melakukan aksinya sebagai suatu kekuatan autosugesti, sedangkan hipnosis Barat tidak. Proses yang menggunakan ritual hanya pola magnetisme yang dilakukan oleh Franz A. Mesmer (1734-1815) untuk meningkatkan sugestibilitasnya

Ritual dan mantra yang digunakan pada hipnosis Timur haruslah disesuaikan dengan sisi spiritualisme seseorang. Orang orang yang dekat dengan dunia dinamisme-animisme, sering kali mengolah sisi batinnya dengan ritual yang aneh aneh. Bagi orang yang religius, sisi batin diolah melalui wirid dan doa. Semetara orang orang yang logis lebih suka dengan metode yang bisa diterima akal sehatnya seperti, pernafasan konsentrasi dan meditasi.

Sebenarnya, ritual dan bacaan tertentu tsb. hanya sebagai sarana untuk mengolah batin saja. Bukan mantra atau bacaan itu yang memberikan kekuatan , melainkan program dan niat mereka untuk membersi efek sugesti bagi pelaku.

Hipnosis Barat tidak mengenal ritual dan mantra tertentu untuk menghipnotis seseorang. Hipnosis Barat adalah mencoba mengkondisikan seseorang pada kondisi hypnotic, sehingga mulai banyak berkembang denagn berbagai macam teknik hipnosis.

Hipnosis Barat lebih menekankan teknik verbal yang sugestif, sedangkan Hipnosis Timur menekankan pada energi batin melalui tatapan mata (visual), gelombang suara (verbal), dan non-verbal (sikap tubuh, tangan kaki sebagai representasi mental tubuh)

Dalam Hipnosis Barat, mengenal berbagai macam teknik induksi, seperti fiksasi mata, relaksasi, membingungkan pikiran, menyesatkan pikiran dan lain lain.

Dinamika dan mekanisme dalam Hipnosis Barat dalam menginduksi korbannya adalah dengan menurunkan gelombang otaknya dari betha menuju kealpha-theta. Dari Hipnosis Barat juga, kita mengetahui dan memahami kalau gelombang otak alpha-theta merupakan kondisi paling sugestif bagi seseorang untuk dihipnotis (dipengaruhi).

Dalam praktiknya, Hipnosis Barat lebih menekankan pada teknik verbal untuk menginduksi (menghipnotis) seseorang. Sedangkan pada hipnosis Timur menekankan pada 3 aspek yaitu tatapan mata (visual), gelombang suara (verbal), dan energi batin sang pelaku.

Hipnotis Timur meyakini adanya energi saat seseorangmelakukan hipnotis, dan energi itu mempengaruhi “yang dipengarui” dan “yang mempengaruhi”.

Hipnosis Barat dapat berlaku pada semua orang yang bersedia untuk dipengaruhi/dihipnotis, sedangkan pada Hipnosis Timur mampu mempengaruhi walaupun sasaran itu tidak bersedia. Namun, Hipnosis Timur diberlakukan bagi orang yang tidak sugestif

Prinsip Hipnosis Barat adalah “every hypnosis is self-hypnosis”
Dari prinsip tersebut, fungsi pelaku Hipnosis Barat adalah sebagai fasilitator agar clien dapat menghipnotis dirinya sendiri.

Pada Hipnosis Barat, jika tidak ada kerjasama yang baik antara clien dengan pelaku, maka Hipnosis tidak dapat berjalan.

Pada Hipnosis Timur, kharisma dari penghipnotis sangat penting dalam keberhasilan proses hipnotis. Hal itu disebabkan autosugestif yang dimiliki penghipnotis yang memberikan rasa percay dan yakin bahwa hipnotis akan berhasil. Energi autosugestif tsb, juga akan mempengaruhi “korban”.

Ketika kita membandingkan antara hypnosis barat dengan hypnosis timur, bukan berarti kita sedang menilai baik dan buruknya, benar dan salahnya, atau antara ilmu putih dan ilmu hitam yang sesat. Kedua hypnosis tersebut adalah hypnosis yang bebas nilai, sama seperti halnya dengan pisau, yang dapat berfungsi untuk memasak atau membunuh orang. Hal hal mengenai tentang baik dan buruk, salah dan benar, bukan terletak pada ilmunya, tetapi kepada orang yang menggunakan ilmu tersebut untuk kebaikan seseama manusia atau untuk kejahatan.

Yang menjadi tren di Indonesia saat ini adalah hypnosis Barat. Keilmiahannya yang dapat dijabarkan serta perkembangan aplikasinya yang membantu kehidupan manusia menjadikan hypnosis Barat banyak yang ingin mempelajarinya. Sedangkan, Hipnosis tradisional mulai ditinggalkan bahkan dianggap sebagai ilmu hitam dan jahat. Hal itu karena ritual yang dianggap primitive dan cenderung menyimpang dari kaidah kaidah agama.

Ada beberapa hal yang mungkinperlu untuk dipahami dari hal hal tersebut. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang memiliki nilai rasa yang sangat tinggi sehingga sisi sugesti pun sangat tinggi. Ada banyak fenomena dan teknik hypnosis yang sudah lama diterapkan dan dibangun dimasyarakat sebagi budaya. Antara lain, istilah sirep untuk menidurkan anak yang sedang rewel, sapeh untuk memisahkan bayi dengan putting susu ibunya, peluluh untuk menklukan orang yang kasar, “ telepati” sebagai sarana komunikasi dalam budaya Jawa. Itu semua adalah bagian dari kekayaan proses hypnosis budaya Indonesia. Namun, justru lebih banyak orang Barat yang belajar hal tersebut dari budaya kita.

Di satu sisi, hal tersebut dapat menjadi ”power” , khususnya dalam budaya Barat. Namun, Bangsa Indonesia yang memiliki sugesti tinggi mudah dipengaruhi oleh energi tersebut. Artinya, masyaraka Indonesia dengan nilai ”rasa” yang tinggi membuatnya dapat lebih mudah mengaktualisasikan pikiran bawah sadar (sub-conscious) yang menyimpan power sangat besar dalam dirir manusia. Kita mengenal intuisi, telepati, clairvoyance, ESP yang merupakan potensi terpendam dalam manusia dan hanya dapat diaktualisasikan melalui “rasa” yang dimiliki masyarakat bangsa Indonesia.

Jadi menurut saya, Kita sebagai bangsa Indonesia yang memiliki nilai “rasa” yang tinggi seperti yang tleh dijelaskan diatas, justru jauh lebih dapat mengoptimalkan pikiran bawah sadar yang memiliki potensi luar biasa dalm manusia. Dan dengan “power” yang luar biasa ini akan dapat membawa bangsa Indonesia lebih maju dari orang Barat yang malah belajar tentang “rasa” dari Bangsa Indonesia yang sangat luar biasa ini.

Namun sebaliknya, pengaruh negatif dari praktek hypnosis tradisional sangat mudah masuk dan kena pada masyarakat kita karena yang memiliki dari sugesti tinggi. Sihir seperti santet, pellet, pengasih, teluh, guna-guna, dan lain sebagianya sangat mudah masuk dalam masyarakat Indonesia, yang memiliki sugesti tinggi memercayai dan meyakini al hal tersebut.

Ulasan diatas tidak dimaksudkan untuk memberi label mana aliran hypnosis yang lebih baik atau lebih buruk. Kita justru memadukan kedua aliran tersebut dan diharapkan perpaduan itu menjadi sebuah pendekatan hypnosis yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia dengan budayanya.

Sumber: The Real Art of Hypnosis

Kategori:Hypno Quantum
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: